PENGEMBANGAN PENGERINGAN DAN PENYIMPANAN JAGUNG DI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2010 Jum'at, 25 Juni 2010, 07:14 WIB
A.Kecamatan Labangka
sentra Jagung Sumbawa
Produksi jagung pada tahun 2009,
berdasarkan Data Angka Sementara 2009 sebesar 101.438 ton dengan luas panen
27.242 Ha dan produktivitas 37,24 Kw/ Ha.
Produksi jagung pipilan Kabupaten Sumbawa sebesar 101.438 ton diproduksi oleh
Kacamatan Labangka sebesar 36.334 ton atau 35,82 %
produksi total kabupaten. Kecamatan Labangka merupakan kecamatan penghasil
jagung pipilan terbesar, merupakan kecamatan penghasil jagung terbesar bila
dibandingkan produksi dari 23 kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Tepatnya Kecamatan Labangka merupakan sentra jagung. Untuk tahun 2009, luas panen jagung Kecamatan
Labangka sebesar 9.551 Ha, produksi 36.334 ton dengan produktivitas 38,04 Kw/
Ha.”.
Bertitik tolak dari kondisi tersebut, maka pemerintah pada tahun 2006-2007 telah mengembangkan silo jagung di
Kecamatan Labangka, tepatnya di Desa Labangka dan dikelola oleh ”Gapoktan Liang
Dewa”.
Potensi Kecamatan Labangka
B.Pengembangan Silo Jagung
Dalam perkembangannya pengelolaan silo jagung oleh Gapoktan Liang Dewa,
cukup mengecewakan, sampai saat ini silo
jagung tersebut belum beroperasi. Hal
ini dikarenakan antara lain : terbatasnya pengetahuan dan keterampilan petani/
gapoktan dalam mengelola usaha silo jagung, belum mantapnya pengelolaan
kelembagaan gapoktan, tidak tersedianya sarana penunjang silo (seperti gudang
penyimpanan jagung dan lantai jemur), serta terbatasnya modal usaha gapoktan
dalam mengembangkan usahanya.
Terkait dengan hal tersebut, dalam rangka optimalisasi operasional silo
jagung yang ada di Kabupaten Sumbawa, maka perlu diadakan kegiatan pembinaan
dan pengembangan silo jagung secara intensif, terarah dan berkelanjutan.
C. Kegiatan Pengembangan Pengeringan dan
Penyimpanan Jagung (Silo Jagung)
Pada tahun ini (2010),
pemerintah pusat melalui dana APBN, tepatnya dana tugas pembantuan melalui Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian dilaksanakan kegiatan khusus
dengan sasaran silo jagung di Kabupaten Sumbawa, yaitu : kegiatan ”Pengembangan
Pengeringan dan Penyimpanan Jagung (Silo Jagung) di Kabupaten Sumbawa”.
Kegiatan
pengembangan pengeringan dan penyimpanan jagung (silo jagung) di ini, bertujuan :
1.meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani/ kelompok
tani/ gapoktan dalam penanganan pasca panen dan pengelolaan silo jagung;
2.meningkatkan modal usaha gapoktan untuk pengembangan
usaha silo jagung, sehingga di harapkan silo tersebut dapat beroperasi secara
optimal;
3.menumbuhkembangkan kemitraan usaha antara gapoktan dengan
poktan maupun industri hilir pengolahan jagung;
4.mengembangkan kelembagaan gapoktan di daerah sentra
produksi jagung yang profesional, mandiri dan mampu mengelola usaha silo jagung
sehingga dapat menghasilkan produk dalam bentuk jagung pipilan kering yang
bermutu untuk memenuhi kebutuhan nasional dan mengurangi impor jagung.
Adapun sasaran dari kegiatan ini, adalah :
1.meningkatnya kinerja kelembagaan gapoktan dalam
penanganan pasca panen dan pengolalaan silo jagung;
2.optimalnya operasional silo jagung di Kacamatan Labangka,
dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi, menekan kehilangan hasil,
meningkatkan mutu, nilai tambah dan daya saing jagung, sehingga dapat
meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di perdesaan;
3.tumbuh kembangnya kemitra usaha antara gapoktan dan
poktan maupun industri hilir pengolahan jagung;
4.berkembangnya kelembagaan gapoktan di daerah sentra
produksi jagung yang profesional, mandiri dan mampu mengelola usaha silo
jagung, sehingga dapat menghasilkan produk jagung yang bermutu dan berdaya
saing tinggi.
PELAKSANAAN KEGIATAN
Dalam perkembangannya pelaksanaan
kegiatan pengembangan silo jagung ini, telah dilaksanakan :
1.Identivikasi permasalahan yang dialami Gapoktan Liang
Dewa
2.Pendampingan oleh Site Manager
3.Pertemuan Koordinasi tingkat kabupaten
4.Konsultasi-konsultasi ke provinsi
5.Pertemuan koordinasi ke Surabaya, dalam rangka Bimbingan
Teknis Unit Pengeringan dan Penyimpanan Jagung
Seperti yang telah disebutkan di atas salah satu kendala yang dihadapi Gapoktan Liang Dewa adalah : belum mantapnya
kelembagaan gapoktan, dan hal ini lebih
terkuak oleh keinginan dari anggota pada pertemuan koordinasi, yaitu : ”untuk
melakukan penyegaran pengurus”.
Pertemuan koordinasi yang dilaksanakan : Kamis,
20 Mei 2010 dihadiri oleh :
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa, Camat Labangka, Kepala
Bidang Usaha Pertanian, Kasie-kasie Bidang Usaha Pertanian, Kepala UPT PIA Kecamatan
Labangka, Penyuluh-penyuluh Kacamatan Labangka, Petugas lapangan pertanian
lainnya dan pengurus serta anggota Gapoktan Liang Dewa, menyepakati : ”akan
diadakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT) Gapoktan Liang Dewa, yang agenda
intinya adalah : penyegaran pengurus.
Pertemuan Koordinasi
Akhirnya Rabu,
2 Juni 2010, RAT dilaksanakan : oleh
Gapoktan Liang Dewa, dihadiri oleh hampir seluruh anggota gapoktan, dengan
fasilitasi dari Kepala UPT PIA Labangka, Site Manager, Penyuluh Labangka dan
petugas-petugas pertanian lainnya, dan disepakati pengurus baru, yaitu sebagai :
-Ketua : Hamdi, S.Pd.I. menggantikan : H.
Zakariah
-Sekretaris : Puji Latri menggantikan Rohdi
-Bendahara : Abdul Jihar menggantikan I. Gede Putra Yase.
Pertemuan koordinasi ke Surabaya pun
telah melibatkan salah satu pengurus gapoktan. Dengan diikuti sertakan pengurus gapoktan dalam bimbingan teknis unit pengeringan dan penyimpanan jagung di Surabaya tersebuta, pengurus
gapoktan ini bertambah ilmu serta wawasannya, dan harapannya dapat
mengaplikasikannya ke pengelolaan silo jagung yang ada di bawah pengelolaan
gapoktan.
Semoga
pelaksanaan kegiatan ”pengembangan
pengeringan dan penyimpanan jagung
(silo jagung) di Kabupaten Sumbawa” dapat berjalan sukses, sehingga tujuan dan sasarannya tercapai.
Selasa, 7 September 2010 Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Kepala Dinas beserta Segenap Karyawan dan Karyawati Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa Mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Mohon maaf Lahir dan Batin".