
PEMBANGUNAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN DI KABUPATEN SUMBAWA
Rabu, 31 Maret 2010, 06:52 WIB
Pengolahan hasil pertanian dikenal dengan istilah "agro industri" adalah : proses penanganan hasil pertanian sebagai bahan mentah menjadi bahan jadi (finish produk), seperti manjareal, keripik, dodol, tahu, tempe, dll atau menjadi produk antara (intermediate produk), seperti :tepung beras, tepung jagung, dll
Pembangunan pengolahan hasil pertanian, baik hasil pertanian dari komoditi tanaman pangan maupun komoditi hortikultura terus di kembangkan.
Pemerintah, melalui dana APBD kabupaten, APBD propinsi dan APBN (melalui Dirjen PPHP Kementrian Pertanian) telah banyak melakukan kegiatan/ program dalam melaksanakan pembangunan pengolahan hasil pertanian. Pemerintah telah banyak menyerahkan bantuan berupa : beberapa alat dan mesin (alsin) untuk memfasilitasi kegiatan pengolahan yang di lakukan petani/ KWT/ IRT yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Pada tahun 2009, di kabupaten sumbawa dengan dana dari APBD Kabupaten telah di lakukan pertemuan apresiasi pengolahan hasil pertanian. Pertemuan ini di hadiri oleh beberapa anggota KWT/ IRT yang ada di Kabupaten Sumbawa dan nara sumbernya dari universitas mataram, yaitu : Ir.Cahyawan Catur Edi Margana, M.Eng. dan Murad, S.P, M.Si. Pada pertemuan ini disampaikan/ dilatihkan materi : pengolahan hasil pertanian, yaitu meliputi : 1). cara pembuatan manisan buah-buahan; 2). cara pembuatan dodol mangga; 3). petunjuk pengorasian dan pemeliharaan mesin dan peralatan unit pengolahan dodol dan manisan buah/ mangga dan 4). penerepan teknologi tepat guna.
Serangkai dengan kegiatan ini, beberapa KWT yang juga dihadirkan pada pertemuan apresiasi ini, difasilitasi/ dibantu alsin pengolahan hasil pertanian berupa : alat pengolah umbi-umbian, dryer, pengaduk/ pemasak dodol, penghancur bahan dodol, pembuat emping jagung dan panci besar.
Salah satu bentuk perhatian pemerintah, terhadap pembangunan pengolahan hasil pertanian, beberapa hari yang lalu pada Bulan Maret 2010, Kepala Bidang PPHP Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Ir.Hj.Rosyadah beserta beberapa kepala seksi dan staf dari bidang PPHP dan Produksi telah melakukan kunjungan silaturrahmi/ tatap muka dan tanya jawab dengan pelaku usaha pengolahan hasil pertanian yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Dua di antara pelaku usaha yang dikunjungi adalah :
1. Ibu Nurhaida/ KWT "Nur Barokah", pembuat kripik pisang, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa
Ibu Ir. Hj. Rosyadah beserta Tim didampingi Kabid Usaha Pertanian,
Ir. Rembit Pathi di rumah Ibu Nurhaidah (Pembuat Keripik Pisang)
Bahan mentah Keripik Pisang ( pisang tua yang baru saja dipetik)
Keripik Pisang produksi ibu Nurhaidah ini berlabel, dengan nama "Keripik Pisang Nur Barokah"
Keripik pisang dengan label ini dapat diperoleh di beberapa toko, kios, rumah makan, pasar dan tempat-tempat lain.
Usaha ibu ini mempekerjakan 8 (delapan) tenaga kerja (anggota), mampu mengolah pisang sebanyak 20 tandan dan menghasilkan keripik 400 bungkus per hari, yang seharga Rp.3.500,- per bungkus
2. Ibu Sumarni, pembuat Jagung Marning, Kelurahan Pekat Kecamatan Sumbawa
Tim di rumah Ibu Sumarni
Bahan mentah Jagung Marning buatan Ibu Sumarni adalah :
"Jagung Ketan" varietas lokal Sumbawa
Usaha pembuatan jagung marning Ibu Sumarni mempekerjakan
6 (enam) orang tenaga kerja. Produknya dapat dijumpai di beberapa toko, rumah makan, kios, pasar, dan tempat lain dengan label "Jagung Marning Ibu Sumarni"
Usaha ibu ini, mampu mengolah sekitar 12 kg jagung mentah dan memproduksi 36 bungkus jagung marning per hari, yang dijual Rp. 5.000,- per bungkus
|